Sinopsis Konferensi Auditor Internal 2024

KEYNOTE SPEECH – 1

Indonesia Economic Outlook Post Presidential Election – Its Outlook and Challenges

Keberhasilan Pemilu 2024 yang baru dilaksanakan belum memberikan langkah konkrit tentang masa depan perekonomian Indonesia. Presiden terpilih harus mampu memenuhi semua janji politik yang dibuat selama masa kampanye, termasuk rencana pemindahan ibukota dari DKI Jakarta ke IKN. Kesenjangan pembiayaan untuk pencapaian program Sustainable Development Goal (SDG), reformasi hukum dan kebijakan strategis baik jangka pendek maupun panjang, serta perang melawan mega korupsi semakin menambah tantangan. Meskipun demikian, Pemerintah dan masyarakat Indonesia harus senantiasa optimis dan berkolaborasi dalam menciptakan Indonesia maju.

Menyimak kondisi dan situasi yang sedang dihadapi perekonomian indonesia, wawasan Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Ph.D., sangat dinantikan, tidak hanya oleh kalangan Auditor Internal yang diharapkan dapat menjadi trusted advisor bagi Pimpinan korporasi/organisasi, tetapi juga oleh kalangan profesional, pelaku bisnis, dan akademisi untuk dijadikan rujukan penyusunan rencana kedepan yang sedang mereka siapkan.

KEYNOTE SPEECH – 2

Leveraging the Insight & Foresight from Auditor to Enhance Business Resilience and Fraud Risk Management

Dalam menghadapi lingkungan operasional yang terus berubah dan penuh dengan ketidakpastian, pemimpin organisasi sektor publik dan swasta saat ini menghadapi tantangan besar untuk memperkuat ketahanan bisnis dan manajemen risiko kecurangan (fraud risk management). Seperti yang dijelaskan dalam rilis McKinsey pada Risk & Resilience: Resilience for Sustainable, Inclusive Growth (2023), para pemimpin saat ini dihadapkan pada berbagai krisis dan gangguan yang menuntut pemikiran strategis yang kuat dan langkah-langkah yang tepat dalam membangun ketahanan yang kokoh.
Dalam konteks tersebut, peran auditor (termasuk internal audit) menjadi makin krusial dalam memberikan wawasan (insight) dan antisipasi (foresight) yang mendalam untuk meningkatkan ketahanan bisnis dan manajemen risiko kecurangan. Dengan memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh organisasi, diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi peluang dan ancaman yang mungkin timbul, serta merancang strategi yang sesuai untuk meningkatkan ketahanan bisnis dan manajemen risiko kecurangan.

PANEL DISCUSSION – 1

Unlocking the Power to Unleash Business Sustainability

Di tengah turbulensi dan kompleksitas yang mengiringi dinamika bisnis saat ini, para pemimpin organisasi memiliki tanggung jawab yang makin besar dalam memberikan wawasan strategis dan mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Dengan memanfaatkan data dan teknologi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai unit bisnis, para pemimpin korporasi, organisasi dapat menavigasi ketidakpastian (survive) dan mengidentifikasi peluang baru untuk pertumbuhan berkelanjutan (sustain).
Dengan memperkuat peran kepemimpinan (leadership) yang diharapkan mampu menavigasi korporasi, organisasi untuk melewati ketidakpastian sekaligus meraih keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, serta menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk pertumbuhan, inovasi, dan keberlanjutan jangka panjang.

PANEL DISCUSSION – 2

Successful True Stories in Leading Internal Audit Group to Transform and Support Business Growth

Kisah sukses dalam memimpin Satuan Kerja Audit Internal untuk mentransformasi dan mendukung pertumbuhan bisnis merupakan cerminan dari upaya yang telah dilakukan oleh organisasi dalam menjawab tuntutan perubahan dan dinamika pasar. Sebagaimana disorot dalam artikel EY “How Internal Audit can Fast4WARD to the Future”, transformasi dalam fungsi audit internal harus mengedepankan faktor-faktor kunci, seperti kebijaksanaan (wise), ketangguhan (resilient), dan ketangkasan (agile) dalam menghadapi lingkungan bisnis yang terus berubah.

Pergeseran paradigma dari pemahaman risiko secara statis menjadi dinamis dan terus diperbaharui secara real-time menjadi kunci dalam memastikan Satuan Kerja Audit Internal dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan bisnis. Satuan Kerja Audit Internal juga harus mampu mengembangkan kemampuan untuk mendeteksi indikasi risiko kecurangan (fraud risk) secara lebih proaktif dan efisien.

Para narasumber akan mengulas pemanfaatan teknologi digital, seperti data analytics dan artificial intelligence (AI), dalam mencegah, mendeteksi, dan menanggulangi kasus kecurangan, serta meningkatkan penerapan manajemen risiko. Dengan ulasan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kesiapan dalam menghadapi tantangan bisnis yang dinamis dan beragam.

TRACK 1-A

Aligning the Dynamic between Business Strategy and Resilience

Upaya menyelaraskan strategi bisnis dan memperkuat resiliensi merupakan aspek kunci dalam memastikan kelangsungan dan keberhasilan organisasi di tengah lingkungan bisnis yang terus berubah. Strategi bisnis yang kokoh harus mempertimbangkan tantangan dan risiko yang mungkin dihadapi oleh organisasi, serta memperhitungkan kebutuhan untuk tetap adaptif dan responsif terhadap perubahan yang cepat.

Di sisi lain, ketangguhan (resilience) merupakan kemampuan untuk bertahan dan berkembang bahkan dalam kondisi yang tidak pasti dan berisiko tinggi. Oleh karena itu, untuk mencapai kesuksesan jangka panjang, organisasi harus mampu mengintegrasikan strategi bisnis yang proaktif dengan upaya untuk membangun ketangguhan yang kokoh. Hal ini melibatkan pemahaman yang mendalam tentang tantangan eksternal dan internal yang dihadapi oleh organisasi, serta pengembangan inisiatif dan kapabilitas yang sesuai untuk mengatasi risiko dan memanfaatkan peluang yang muncul. Dengan memperkuat hubungan antara strategi bisnis dan ketangguhan, organisasi dapat membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan dan keberhasilan jangka panjang dalam menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi.

TRACK 1-B

Performance Metrics to Assess the Value Impact of Internal Audit Function

Pengukuran kinerja merupakan hal yang krusial dalam menilai dampak nilai dari fungsi audit internal. Berbagai metrik kinerja dapat digunakan untuk mengevaluasi kontribusi audit internal terhadap pencapaian tujuan organisasi. Metrik yang umum digunakan antara lain tingkat kepatuhan terhadap standar audit, efisiensi proses audit, kualitas laporan audit, serta tingkat implementasi rekomendasi audit.

Selain itu, pengukuran dapat melibatkan evaluasi terhadap dampak audit terhadap mitigasi risiko, peningkatan proses bisnis, dan nilai tambah yang diberikan kepada organisasi. Sesi ini akan mengulas mengenai “Metrik Kinerja untuk Menilai Dampak Nilai Fungsi Audit Internal”. Dengan menggunakan metrik kinerja yang tepat, manajemen dapat memahami secara lebih baik nilai yang ditambahkan oleh fungsi audit internal dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas serta relevansinya dalam mendukung tujuan bisnis.

KEYNOTE SPEECH - 3

Elevating Audit through Digital Transformation to Enhance Trustworthiness

Navigasi kompetensi teknologi merupakan kunci dalam meningkatkan nilai auditor pada era digitalisasi yang terus berkembang pesat. Pimpinan Audit harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi informasi dan sistem yang digunakan dalam lingkungan bisnis. Mereka harus berani dan mampu memanfaatkan berbagai alat dan teknik analisis data, seperti data analytics dan artificial intelligence (AI), untuk menggali wawasan yang berharga dari data organisasi.

Selain itu, kemampuan untuk memahami dan mengevaluasi risiko yang terkait dengan teknologi, seperti keamanan data dan keandalan sistem, juga menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan audit internal. Sesi ini akan mengulas success story pada sebuah institusi dalam melakukan transformasi digital di dalam proses bisnis pengawasan mereka, termasuk terkait praktik pemanfaatan big data pada organisasi tersebut. Dengan menguasai kompetensi teknologi yang relevan, auditor dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan nilai audit internal dan mendukung pencapaian tujuan bisnis organisasi.

KEYNOTE SPEECH - 4

The Impact of Digital Transformation to Media Industry as the Main Source of Information

Tanpa disadari, era digitalisasi telah masuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebelum pandemi COVID-19, mungkin kita berpandangan bahwa transformasi digital masih membutuhkan waktu 5-10 tahun lagi. Dengan adanya pandemi, maka transformasi digital berjalan begitu cepat, terstruktur, sistematis, dan masif. Hal ini sangat terasa bagi di industri media.

Banyak yang terkaget-kaget, bahkan tidak siap melakukan transformasi digital dari paradigma industri media konvensional menjadi industri media digital 100%. Transformasi mengubah baik pola pikir hingga pola tindak para pemangku kepentingan. Banyak pihak yang ingin berpartisipasi dalam industri media digital dengan membuat perusahaan media baru. Perlu diingat bahwa membuat media digital relatif mudah, tetapi membuat media digital yang sukses dan mampu “menciptakan kebutuhan” bagi para pengguna informasi sudah barang tentu sangatlah tidak mudah.

Faktor kedua yang tidak kalah penting adalah perubahan demografi sumber daya manusia di Indonesia. Bagaimana mentransisikan generasi baby boomer yang relatif kurang memahami teknologi menjadi mampu mengadopsi teknologi merupakan sebuah tantangan besar. Karena industri media harus mampu mengubah perilaku yang signifikan daripada para baby boomer. Sebaliknya, generasi milenial dan zilenial (Gen-Z) merupakan potensi pasar yang luar biasa besar. Walaupun pada saat ini mereka belum memiliki income yang cukup untuk melakukan konsumsi media secara besar-besaran, dalam 5-10 tahun lagi, merekalah yang menjadi pangsa pasar dan pengguna informasi utama.

Wawasan dan kiat-kiat dari seorang wirausahawan sejati, Prof. Dr. (H.C.) Chairul Tanjung dalam mensiasati tantangan dan peluang seperti ini, sangatlah perlu disimak oleh para Auditor Internal, pimpinan korporasi/organisasi, kalangan profesional, pelaku bisnis, dan akademisi. Prinsip buy the future with the present value merupakan salah satu prinsip sukses beliau untuk senantiasa menjadi pemenang di masa depan.

PANEL DISCUSSION – 3

Leveraging Technology to Raise the Integrity Standards

Pemanfaatan teknologi dewasa ini menjadi makin krusial dalam meningkatkan efektivitas manajemen risiko kecurangan. Dengan adopsi teknologi yang tepat, organisasi dapat mengidentifikasi pola dan anomali yang mencurigakan dalam transaksi keuangan dengan lebih cepat dan tepat. Alat analisis data yang canggih seperti machine learning dan data mining dapat digunakan untuk mendeteksi potensi tindakan kecurangan dengan lebih akurat.

Teknologi juga memungkinkan implementasi sistem pemantauan yang terus-menerus terhadap perilaku dan aktivitas pelaku kecurangan potensial, sehingga meminimalkan risiko kehilangan aset dan reputasi perusahaan. Dengan memanfaatkan teknologi secara optimal, organisasi dapat memperkuat pertahanan mereka terhadap risiko kecurangan dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko secara keseluruhan.

PANEL DISCUSSION – 4

Human Capital Evolution: Enhancing Readiness for Digital Management Challenges

Kesiapan human capital menjadi hal yang penting dalam menghadapi tantangan manajemen digital yang semakin kompleks dan dinamis. Dalam era transformasi digital saat ini, organisasi dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kesiapan dan keterampilan karyawan mereka dalam menghadapi perubahan teknologi yang cepat. Hal ini membutuhkan adopsi strategi yang inklusif dan berkelanjutan dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia, termasuk investasi dalam pelatihan dan pengembangan karyawan, serta penyesuaian kebijakan dan budaya organisasi dengan kebutuhan digital.

Dengan meningkatnya kerumitan lingkungan bisnis yang dipengaruhi oleh teknologi, organisasi harus memastikan bahwa karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memahami dan mengelola risiko, memanfaatkan peluang inovasi, dan berkontribusi secara efektif dalam mencapai tujuan bisnis yang berkelanjutan.

TRACK 2-A

Cybersecurity Measures: Safeguarding Audit Data

Dalam menghadapi ancaman keamanan siber yang makin kompleks, upaya untuk melindungi data audit menjadi semakin penting. Sebagaimana rilis yang disampaikan oleh World Economic Forum (2024), 56% pemimpin organisasi percaya bahwa kecerdasan buatan generatif (generative artificial inteligence) memberikan keuntungan bagi penyerang siber. Pada rilis tersebut juga disampaikan bahwa sebagian besar organisasi masih mengalami kesulitan dalam membangun pertahanan yang memadai terhadap serangan siber, dengan penurunan signifikan dalam jumlah organisasi yang mampu melawan serangan siber.

Oleh karena itu, langkah-langkah keamanan siber yang terintegrasi, termasuk penggunaan teknologi keamanan canggih seperti enkripsi data, monitoring jaringan yang ketat, dan pelatihan karyawan tentang taktik serangan siber, diperlukan untuk melindungi data audit dari ancaman yang semakin berkembang dan canggih, termasuk dalam melindungi data audit.

TRACK 2-B

Assessing Digital Maturity Readiness for Future Audit

Penilaian kesiapan kematangan digital (digital maturity) merupakan langkah krusial dalam mempersiapkan audit untuk masa depan yang semakin terdigitalisasi. Dalam menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang, audit harus mampu mengikuti arus perubahan teknologi untuk tetap relevan dan efektif dalam mendukung tujuan bisnis organisasi. Penilaian ini melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur teknologi, kecakapan sumber daya manusia, proses bisnis, dan budaya organisasi dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang tingkat kematangan digital suatu organisasi, audit dapat mengidentifikasi kelemahan dan potensi untuk perbaikan, serta mengembangkan strategi audit yang tepat untuk mengelola risiko dan memaksimalkan peluang yang terkait dengan transformasi digital. Dengan demikian, penilaian kesiapan kematangan digital merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa audit internal dapat terus menjadi mitra strategis yang efektif dalam membantu organisasi mencapai tujuan bisnisnya di era yang semakin terdigitalisasi.

TRACK 2-C

Human Resources Digital Transformation: Implementing Strategic Digital Transformation Building Block

Saat ini tengah terjadi proses percepatan digitalisasi yang ditandai dengan 3 (tiga) dynamic strategic context yang melanda hampir seluruh industri dan ekosistem bisnis, yaitu: Digital Disruption, Post Disruption, dan Dimensional Convergence. Ketiga context ini perlu dipahami oleh business leader untuk memperoleh strategi yang tepat dalam memenangkan era digital.

Digital Disruption telah terjadi secara cepat dan terakselerasi, sebagaimana terlihat dengan berevolusinya Digital Vortex (Pusaran Digital). Model Digital Vortex tahun 2015 memperlihatkan adanya jarak relatif industri terhadap titik tengah pusaran digital. Model Digital Vortex tahun 2023 memperlihatkan bahwa hampir semua industri berada di pusat pusaran digital, yang berarti telah terjadi percepatan digitalisasi dan disrupsi di semua industri. Post Disruption dicirikan dengan terbentuknya fenomena Future Forward Ecosystem (Ekosistem Bisnis yang bergerak ke masa depan), dan kerap disebut Beyond 4.0. Post Disruption mengantarkan kita memasuki era Convergence (Konvergensi) yang terjadi di 4 (empat) dimensi, yaitu proses, teknologi, informasi dan struktur industri.

Digital Transformation yang dilakukan oleh organisasi sebagai response atas Digital Disruption dan Post Disruption memerlukan kemampuan dari business leader untuk memiliki convergence in thinking, agar organisasi stay relevant (tetap dapat relevan) di masa depan. Tidak jarang Digital Transformation harus didahului dengan Self Disruption (mendisrupsi diri kita sendiri terlebih dulu), lalu mendisrupsi praktek-praktek bisnis kita selama ini yang sudah berjalan. Agar efektif, diperlukan pengembangan dan implementasi dari Strategic Digital Transformation Building Block. Pada Konferensi Auditor Internal ini, Bapak Priyantono Rudito akan melakukan interaktif workshop untuk mendapat pemahaman mendalam atas building block dimaksud, khususnya yang terkait dengan Human Capital Transformation.

ONE ON ONE DISCUSSION

Managing National Dynamic to Build Trust

Dinamika perekonomian global dan peristiwa akbar seperti Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia merupakan tantangan kritikal dalam dinamika proses pengambilan keputusan strategis, baik bagi para investor, para pemimpin, maupun para pencari kerja. Apakah mereka akan berinvestasi, memulai bisnis baru, atau berganti pekerjaan merupakan pilihan yang sulit bahkan di masa yang relatif stabil sekalipun. Kemampuan untuk fokus dalam menatap dinamika global dan nasional memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan strategis dengan cara yang efektif, efisien dan akurat.

Dinamika kebijakan ekonomi dan hukum di Indonesia cenderung terpengaruh oleh polarisasi politik sesuai hasil Pemilu. Pemimpin yang memenangkan Pemilu senantiasa menawarkan kebijakan ekonomi dan hukum yang berubah dari kondisi sebelumnya. Diperlukan hubungan kemasyarakatan yang saling mempercayai dan setia (trust and loyalty).

Kepercayaan dan kesetiaan menjalin interaksi dan kolaborasi antara individu dan pemimpinnya menuju masa depan yang lebih baik. Keduanya merupakan sesuatu yang harus dibangun (built) dan didapatkan (earned). Sekali kepercayaan hilang maka kesetiaan pun sulit dipertahankan.

Dalam sesi One on One, narasumber akan berbagi pengalaman dan kisah sukses antara lain mengenai keseriusan dan sikap pantang kalah dalam memerangi mafia tanah, seperti kasus penyalahgunaan sertifikat tanah. Hal ini merupakan bagian dari program Pemerintah Indonesia untuk memberikan kepastian hukum di bidang regulasi pertanahan. Diciptakanlah suatu mekanisme layanan pertanahan berbasis elektronik, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, transparan, terjamin, dan nyaman. Masyarakat pun menjadi semakin percaya kepada Pemerintah Indonesia.